DISKUSI KULIAH
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah bagian dari Sistem Informasi berbasis komputer, termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau sebuah perusahaan.
Tujuan SPK :
- Membantu menyelesaikan masalah semi terstruktur
- Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
- Meningkatkan efektifitas bukan efesiensi pengambilan keputusan
Tujuan tersebut mengacu pada tiga prinsip dasar dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diantaranya :Struktur masalah yaitu untuk masalah terstruktur, penyelesaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus yang sesuai, sedangkan untuk masalah tak terstruktur tidak dapat dikomputerisasi. Sementara mengenai Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dikembangkan khususnya untuk masalah yang semi terstruktur.
Dukungan Keputusan yaitu SPK tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer, karena komputer berada di bagian terstruktur, sementara manajer berada di bagian tak terstruktur untuk memberi penilaian dan melakukan analisis. Manajer dan komputer bekerja sama sebagai sebuah tim pemecah masalah semi terstruktur.
Evektifitas Keputusan, yaitu merupakan tujuan utama dari SPK, bukan untuk mempersingkat waktu dalam pengambilan keputusan, tapi agar keputusan yang dihasilkan dapat lebih baik.
Beberapa pengelompokan kriteria dari sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang tersedia diantaranya :
Interaktif
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki user interface yang komunikatif sehingga user (pengguna) dapat melakukan akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Fleksibel
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki kemampuan sebanyak mungkin terhadap variable masukan, kemampuan untuk mengolah dan memberikan keluaran untuk menyajikan alternatif-alternatif keputusan kepada user (pengguna).
Data kualitas
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki kemampuan untuk menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya subyektif dari pemakainya, sebagai data masukan untuk pengolahan data. Misalnya : penilaian terhadap kecantikan yang bersifat kualitas, dapat dikuantitaskan dengan pemberian bobot nilai seperti 75 atau 90.
Prosedur pakar
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mengandung suatu prosedur, yang dirancang berdasarkan rumusan formal atau berupa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu.
Dalam pembuatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diperlukan adanya langkah-langkah dalam membentuk sebuah sistem diantaranya yakni :
- Studi kelayakan. Langkah yang diambil sebelum membuat Sistem Pendukung Keputusan (SPK) perlu adanya penelitian terlebih dahulu berdasarkan segi kelayakannya, mengingat adanya faktor biaya, faktor waktu, faktor tenaga, maupun dari faktor finansial.
- Persetujuan terhadap proposal kelayakan. Langkah yang berorientasii terhadap segi kelayakan proposal, harus dapat menjelaskan kebutuhan dan urgensi dari keberadaan sistem tersebut, keuntungan dan biaya dari pembentukan Sistem Pendukung Keputusan (SPK), waktu yg dibutuhkan, ketersediaan ahli atau pakar yg merupakan sumber pengetahuan pokok dari penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK), serta adanya ketersediaan terhadap perangkat keras, hardware dan perangkat lunak, software baik yg utama maupun pendukungnya.
- Pemilihan perangkat keras, hardware dan perangkat lunak, software.
- Merepresentasikan pengetahuan yang diperoleh dari para ahli dan pakar ke dalam komputer.
- Mengimplementasikan pengetahuan dalam bentuk bahasa yang dipahami oleh komputer, menggunakan suatu bahasa pemrograman.
- Menguji system yg telah dibuat.
Data dan informasi dimasukan kedalam database dari lingkungan perusahaan. Database juga berisi data yang disediakan SIA. Isi database digunakan oleh 3 subsistam pernagkat lunak :
Perangkat lunak penulisan laporan, menghasilka laporan periodik maupun khusus. Lapora periodik disiapkan sesuai jadwal dan biasanya dihasilkan oleh pernagkat lunak yang dikodekan dalam suatu bahasa prosedural seperti COBOL. Laporan khusus disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan informasi yang tak terduga dan berbentuk database query oleh pemakai yang menggunakan query language dari DBMS atau bahasa pemrograman generasi keempat.
Model matematika, menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan. Dapat ditulis dalam bahasa pemrograman apapun.
Perangkat lunak GDSS, memungkinkan beberapa pemecah masalah, bekerja sama sebagai satu kelompok
Konsep GDSS
Sistem pendukung keputusan berkelompok (Group Decision Support System) merupakan ”suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suat tugas (atau tujuan) bersama yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama”
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah suatu ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan pada disiplin ilmu seperti ilmu kompouter, biologi, psikologi, ilmu